1. Salimul Aqidah ( akidah yang bersih)
اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِﷲِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kerana Allah, Tuhan seluruh alam
Rosulullah SAW. pun mengajarkan tauhid ini selama 12 tahun di Mekah, hingga ia pergi ke Madinah selama 10 pun tauhid ini tetap di permantap. sehingganya, hal ini sangat perlu menjadi perhatian kita sebagai umat muslim.
2. Syahihul Ibadah (ibadah yang benar)
syarat suatu ibadah diterima adalah ibadah yang dilaksanakan dengan ikhlas serta i'tiba (sesuai petunjuk Rosulullah SAW.
3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
Sesungguhnya Rosulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak
akan lebih mulia ibadah seseorang jika diiringi dengan ilmu, ini menandakan betapa tingginya derajat orang berilmu disisi Allah SWT, sebab ilmulah yang membuat ibadah yang kita laksanakan itu memiliki kualitas dihadapan Allah ketimbang orang yang beribadah tanpa tau apa tujuan dari ibadahnya tersebut. Akan tetapi bicara soal derajat orang berilmu, tentu kita ingin tau apa yang lebih tinggi lagi selain ilmu, yakni Adab, seseorang berilmu tapi tak beradab atau tak menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, maka tak ada sedikitpun nilainya dibanding orang yang tak cerdas namun tetap menjaga adab-adab dalam kehidupannya sesuai ajaran Allah SWT.jika seseorang telah memiliki ilmu, kemudian adab-adabnya ia telah terapkan, maka yang terbentuk adalah kebiasaan, dan kebiasaan ini yang menciptakan karakter dalam diri seseorang.
4. Qowiyyul Jismi ( kekuatan Jasmani)
orang shalat butuh tubh yang sehat, sebab akan berbeda orang yang sehat ssedang shalat dengan orang sakit shalat. maka oleh sebabnya muslim dituntut untuk bisa menjaga kesehatannya, hingga dikatakan bahwa kebersihan itu sebagian dari pada iman, sebab kebersihan menyebabkan kesehatan yang ujung-ujungnya mempengaruhi ibadah kita kepada Allah SWT.
muk'min yang kuat lebih disukai oleh Allah dibanding mukmin yang lemah
5.Mutsaqqoful Fikri ( kemampuan berpikir)
bukankah yang termasuk ciri pribadi Rosulullah SAW adalah Fatonah ( cerdas) selain beliau dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya.
(وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُون)
Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat Melihat.
“Sama saja bagi mereka apakah
kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi
peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. “
semoga kita dihindarkan dari hal-hal yang menghambat kita melihat kepada kebenaran.
6. Mujahadatul Binafsihi (melawan nafsu diri)
disini kita diperintahkan untuk dapat menempatkan nafsu-nafsu yang ada pada diri kita sesuai pada tempat yang telah ditentukan.karena didalam diri setiap manusia itu ada potensi baik dan potensi buruk, maka patutlah ada pengaturan sesuai ajaran agama terhadap nafsu ini.
karena nafsu itu adalah perhiasan didalam diri maka, patutlah kita mengatur perhiasan itu pada tempat yang semestinya, jika dimisalkan perhiasan seorang wanita adalah anting, maka tentulah anting itu harus dipasang pada telinganya bukan pada tempat yang lain, yakni tempat yang keliru penempatannya, begitu pula dengan nafsu, jika seseorang memiliki rasa ingin mendapatkan pasangan hidup maka tentulah ia menempatkan nafsunya itu sesuai pada tempatnya, bahwa hal itu ia penuhi ketika telah menjalin hbungan pernikahan misalnya, bukan ditempatkan pada yang belum menikah, itu penempatan yang keliru.
زُيِّنَلِلنَّاسِحُبُّالشَّهَوَاتِمِنَالنِّسَاءوَالْبَنِينَوَالْقَنَاطِيرِالْمُقَنطَرَةِمِنَالذَّهَبِوَالْفِضَّةِوَالْخَيْلِالْمُسَوَّمَةِوَالأَنْعَامِوَالْحَرْثِذَلِكَمَتَاعُ الْحَيَاةِالدُّنْيَاوَاللّهُعِندَهُ حُسْنُالْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga). (QS. 3:14)
زُيِّنَلِلنَّاسِحُبُّالشَّهَوَاتِمِنَالنِّسَاءوَالْبَنِينَوَالْقَنَاطِيرِالْمُقَنطَرَةِمِنَالذَّهَبِوَالْفِضَّةِوَالْخَيْلِالْمُسَوَّمَةِوَالأَنْعَامِوَالْحَرْثِذَلِكَمَتَاعُ الْحَيَاةِالدُّنْيَاوَاللّهُعِندَهُ حُسْنُالْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga). (QS. 3:14)
7. Harishun Ala Waqtihi (Pandai mengatur waktu )
waktu ini sangatlah perlu mendapat perhatian, karena kita tak lama singgah di bumi ini, tak lama hidup kita didunia fana ini, maka patutlah kita memperhatikan apa-apa yang telah kita lakukan. mengenai waktu ini, Allah SWT sering bersumpah atas waktu, Demi Masa, demi duha dll.
8. Munazhzamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan )
seorang muslim haruslah memiliki jiwa disiplin baik dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal shalat atau ibadah lainnnya.
9. Qodirun Ala Kasbi (memiliki usaha sendiri/mandiri)
kita muslim mestinya memiliki usaha sendiri, bukankah hal ini sudah dicontohkan nabi, dimana beliau sudah menjadi bagian dari para pedagang pada usia 12 tahun, dan sebelumnya itupun diusia 8 tahun 2 bulan beliau mengembalakan kambing. hal ini harusnya menjadi contoh buat umat muslim agar berusaha mandiri, tak lagi memohon pada orang tua dll.
10.Nafi'un ligoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
jadilah orang yang bermanfaat, rosul kita mendapat gelar orang yang dapat dipercaya karena sifatnya yang amanah, yang banyak membantu para pedagang. sehingga mafaat yang ia berikan itu berujung pada kepercayaan yang digelarkan oleh para pedagang.
pemateri : Ust. Rahmad Subandi S.Pd